Yes, today is my birthday...
gak nyangka ternyata umur gue udah sama kaya nama bioskop di Indonesia.. Tua banget gue ƪ(‾ε‾“)ʃ
Tapi apa yang udah gue lalui di 21 taun ini adalah hal yang luar biasa. Gue bener-bener ngerasain hidup yang luar biasa.
Luar biasa indah...
Luar biasa menyenangkan...
Luar biasa ribet...
Luar biasa susah...
Luar biasa keren...
Luar biasa simple...
Luar biasa unpredictable...
Luar biasa bebekmenceng #ehh...
Dan luar biasa lainnya...
Alhamdulillah, cuma itu kata yang paling tepat buat ngungkapin hidup gue kemaren, sekarang dan nanti. Ya, cuma itu.
And much much much thanks to Allah who gave and will give the uncountable things to me and also to my life... Yeah, I love my life!!
Buat Mama, Papa, Aa, A Dede makasih banyak ya buat do'anya. It means so much for me (づ ̄ ³ ̄)づ~♡
Makasih juga buat temen-temen gue yang udah ngasih do'a buat hidup gue via sms, twitter, facebook dan telepon. Makasih buat perhatian kalian. Makasih buat do'a kalian. Semoga Allah ngasih yang terbaik juga buat kalian.. Dan semoga do'a kalian buat gue dikabulin sama Allah... Amiin (˘ʃƪ˘)
My wishes --> rahasia ah..hehehe
PS : Thanks for "your" wall and tweet. Maybe, that "simple words" doesn't mean anything for you, but it means a lot for me (◦'⌣'◦)
Tampilkan postingan dengan label curhat LURUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat LURUS. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 Agustus 2011
Jumat, 15 Juli 2011
Dari RADITYADIKA.com
KEPADA KAMU DENGAN PENUH KEBENCIAN...
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
aku takut sendirian.
—
*Tulisan ini terdapat dalam buku Kepada Cinta (Gagasmedia, 2009), buku kumpulan surat cinta dari berbagai macam penulis. Selain memuat 25 cinta para pemenang Sayembara Menulis Surat Cinta GagasMedia 2008, ada juga surat cinta dari Adhitya Mulya, Christian Simamora, Andi Eriawan, Ita Sembiring dan penulis lainnya. Gue nulis surat ini dari tahun lalu, eh baru inget pas ada beberapa orang yang nulis ini di notes mereka di Facebook.
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
aku takut sendirian.
—
*Tulisan ini terdapat dalam buku Kepada Cinta (Gagasmedia, 2009), buku kumpulan surat cinta dari berbagai macam penulis. Selain memuat 25 cinta para pemenang Sayembara Menulis Surat Cinta GagasMedia 2008, ada juga surat cinta dari Adhitya Mulya, Christian Simamora, Andi Eriawan, Ita Sembiring dan penulis lainnya. Gue nulis surat ini dari tahun lalu, eh baru inget pas ada beberapa orang yang nulis ini di notes mereka di Facebook.
Minggu, 10 Juli 2011
such a MAGIC WORDS!
Ternyata Tuhan emang baik sama gue. Di posting sebelumnya gue bilang kalo gue itu beruntung! Beruntung di saat gue jatuh selalu ada orang yang bantuin gue buat bangkit. Dan saat ini gue lagi jatuh dan butuh bantuan buat bangkit. Dikirimlah si abang via YM sama Tuhan buat bantuin gue bangkit. Hehehe...
On chat, he asked to me : "Tau gak cinta itu dibuat dari apa?"
Dan gue cuma bisa bilang: "Gak tau bang, emang dari apa?"
Lalu, gue cuma bisa bengong baca jawaban dia.
"cinta itu bahan bahanya ga ada di pasar
dibuat dari air mata sakit hati
terus
diolah sama senyum
dikasih bumbu namanya kebahagiaan
lalu disajikan
di sebuah tempat bernama kejujuran
dan di santap oleh kita semua
tanpa tahu prosesnya
walaupun orang2 tau cinta itu indah
tapi sebenernya cinta itu dibuat dari air mata kepedihan..."
Ya, sekarang kayanya gue ini lagi ada di tahap ngumpulin si air mata buat gue masak biar akhirnya bisa gue nikmatin. Ngumpulin air mata belum selesai, eh tiba-tiba si abang nge-chat lagi with his another ID. Pertanyaannya cuma bisa gue jawab dengan tampang bingung. Lho, emang dia nanya apa?
Abang : "Pelangi itu warnanya apa?"
Gue : "Mejikuhibiniu bang."
Abang : "Kalau pelangi warnanya satu namanya pelangi bukan?"
Hmmm.. Di sini gue mulai bingung..
Abang : "Orang-orang nyebut pelangi itu beda-beda. Larc en Ciel itu sebutan orang France. Laruku di Jepang. Rainbow di Inggris. Kira-kira kalau warnanya satu masih disebut pelangi gak ya?"
Gue cuma bisa jawab dengan ragu, "mungkin enggak bang."
Jawaban dia kali ini bikin gue bengong lagi.
"yah cinta juga gitu
ga satu warna
terlihat indah kalau banyak warna
dan tau kan san
kalau pelangi tuh turun sehabis hujan
karena titik titik air
yang masih ada
membuat cahaya indah
dan terbiaskan cahaya matahari
mungkin aja sehabis air mata ini usai
ada cahaya di sana
cahaya hati
membiaskan titik titik air mata
menjadikan hidup ini indah
menjadikan mejikuhibiniu
hidup kita :) "
Dezzzingg! Gila nih kata-katanya oke banget. That was called the magic of words!
Ya semoga kata-kata si abang ini bisa jadi kenyataan di hidup gue. Dan tangis yang sekarang gue keluarin bisa jadi pelangi dan cinta yang indah di akhirnya. Emang lo nangis kenapa sih? Sssttt ah, nangis kenapa aja boleeeeeeh :p
That's all folks!
Jumat, 08 Juli 2011
BERUNTUNG...
Malam ini seorang teman yang udah gue anggap kayak abang gue sendiri nge-chat via YM. Dia bilang dia mau curhat, bukan, bukan soal cinta. Tapi ini ternyata lebih penting dari hanya sekedar cinta-cintaan, yaa walaupun saat menjalaninya pasti kita membutuhkan cinta, itu adalah kehidupan.
Dari ceritanya gue baru sadar betapa beruntungnya gue. Beruntung jadi diri gue. Beruntung dibesarin di keluarga yang mama-papa gue bangun. Beruntung punya dua kakak cowok yang bisa jagain gue. Beruntung bisa sekolah sampe sekarang. Beruntung punya banyak temen. Beruntung di saat gue jatuh selalu ada aja orang yang bisa ngebantu gue buat bangkit. Dan beruntung bisa ketemu sama orang (ehm...itu kamu hey!) yang bikin hari-hari gue penuh kejutan sama sikapnya.
Ya, ternyata begitu banyak keberuntungan yang hinggap di hidup gue, yang bakal panjang kalo gue sebutin satu persatu. Dan entah apalagi keberuntungan yang bakal Tuhan kasih ke gue nanti.
Ternyata Tuhan begitu baik sama gue. Tapi tetep aja kadang gue ngerasa jadi orang paling teraniaya. Kadang lucu sendiri aja kalo inget kejadian yang bikin gue nuntut ini-itu sama Tuhan. Gak jarang juga kalo permintaan gue ke Tuhan tuh aneh-aneh, betapa gak tau dirinya gue. Dikasih hidup sebagai manusia normal aja harusnya gue udah besyukur. Alhamdulillah Ya Allah ☺☺☺
Dari curhatnya temen gue ini, gue bisa ambil kesimpulan kalo "WOW! Ternyata hidup gue ini luar biasa indah dan luar biasa beruntung."
Oia, ada satu lagu nih yang lagi gue suka yang liriknya bisa bikin kita semangat °\(‾⌣‾)/°
kira-kira chorusnya gini :
"I'm beautiful in my way
'Cause God makes no mistakes
I'm on the right track, baby
I was born this way
Don't hide yourself in regret
Just love yourself and you're set
I'm on the right track, baby
I was born this way"
'Cause God makes no mistakes
I'm on the right track, baby
I was born this way
Don't hide yourself in regret
Just love yourself and you're set
I'm on the right track, baby
I was born this way"
Tau dong itu lagunya sapa? Yap, bener banget! That's the hottest song from Lady Gaga - Born This Way. Liriknya bener-bener oke banget deh buat bikin lo percaya sama hidup lo kalo lo itu BERUNTUNG!
Langganan:
Postingan (Atom)
